Hai, pembaca setia banyak sekali kejadian yang begitu menarik terjadi akhir-akhir ini mulai dari hal yang kecil sampai yang besar. Adakalanya kejadian yang menyeramkan dan juga ada yang membuat anda kesal atau sebaliknya bahagia. Entah tergerak dari motif nasionalis atau apa saya menulis artikel ini, tetapi hasrat untuk menulis muncul ketika sudah begitu banyak kejadian yang terjadi di masyarakat belakangan ini mulai dari pemerkosaan di angkotan umum, bui bagi mereka yang mencuri piring dan sandal, sampai kerusuhan di papua yang tak kunjung berakhir. Marilah renungkan hal ini sebagai intermezo untuk menanggapi kejadian tersebut, “Indonesia adalah Negara yang besar dan jaya” begitulah kiranya yang dikatakan bapak pendiri bangsa. Mulai dari era penjajahan yang menderita pejuang-pejuang daerah sudah banyak melakukan perbuatan yang sampai sekarang kita kenal sebagai “perjuangan” tetapi apa? Usaha yang dilakukan tidaklah pernah berhasil melepaskan mereka dari penjajah, akhirnya barulah ada yang namanya ideologi disebut “nasionalosme” merubah hal itu semua. Diawali dari sumpah pemuda pada tahun 1928, pemuda seluruh Indonesia mengadakan pertemuan di Jakarta untuk mengikrarkan hal ini:
“pertama.
Kami poetera dan poeteri indonesia mengakoe bertoempah-darah jang satoe, tanah indonesia.
Kedoea.
Kami poetera dan poeteri indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa indonesia.
Ketiga.
Kami poetera dan poeteri indonesia mendjoendjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia”
Lihatlah para pemuda dahulu yang berasal dari sumatera, jawa, Kalimantan,dan Sulawesi berkumpul dilandasi satu semangat kesatuan yaitu kemerdekaan bagi Indonesia, dengan bangga nya merekan menyatakan bahwa mereka adalah putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah, berbangsa, dan berbahasa Indonesia. Dari semangat itulah bung karno rela dibuang ke Bengkulu dan dipenjara demi kemerdekaan Indonesia. Akhirnya pada 1945 bangsa ini berhasil mewujudkan impiannya yaitu kemerdekaan, tentu saja hal itu tidak diraih semudah melontarkan perkataan yang membara tetapi juga keras dan sikap mental yang benar. Pada tahun 1960-an adalah masa keemasan dan kekelaman bangsa ini, saat itu militer Indonesia sudah sangat maju sekali dan terlihat mampu untuk mengawal Negara ini menjadi sebuah Negara maju bahkan untuk menjadi super power. Tetapi, pada 1965 bangsa ini dikhianati oleh anak negerinya sendiri dan seketika hancurlah impian bangsa yang besar dan maju. Lalu pada tahun 1980-1990-an bangsa ini mulai bangkit dan menjadi bibit bangsa yang akan maju, tetapi karena adanya masalah tentang kondisi moneter di tahun 1997, akhirnya impian itu sekali lagi lenyap. Sekarang di era reformasi kondisinya memang sudah berbeda pada beberapa dasawarsa yang lalu, namun apakah bangsa ini sudah mengalami suatu peningkatan yang dibilang membaik? Kenyataannya adalah tidak! Impian itu menjadi semakin menjauh dari kenyataan, lihatlah peristiwa yang dikatakan di depan mengenai buruknya perilaku bangsa ini seperti “pemerkosa di angkot” “tawuran pelajar” “korupsi di segala kalangan” “individualism” “keadilan yang memudar”,bisakah anda bayangkan bagaimana yang akan terjadi pada sepuluh tahun mendatang? Satu-satunya harapan bagi negeri ini adalah para pemudanya, seperti mahasiswa sudah seharusnya merubah mindset bahwa kuliah itu untuk mencari pekerjaan agar hidup esok menjadi lebih layak. Sekarang adalah waktunya untuk memajukan bangsa ini agar kesejahteraan dan impian para pejuang dulu menjadi kenyataan. Ada satu alasan kenapa peran mahasiswa begitu besar dalam bangsa ini, lihatlah bangsa yang maju mengandalkan kekuatan pemudanya khususnya mahasiswa untuk merubah negaranya, ambillah beberapa contoh;
· Jepang maju karena sifat pemudanya yang pantang menyerah, disiplin, dan bangga akan produknya sendiri. Mahasiswa jepang banyak yang melakukan riset untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat mereka. Lihatlah banyak produk yang kita pakai saat ini adalah produk jepang mulai dari otomotif sampai elektronik.
· Jerman maju karena mereka bangga akan Negara mereka, mahasiswa jerman banyak melakukan penemuan yang merubah Negara mereka mulai dari teknologi nuklir sampai teknologi penerbangan termuktahir.
· Mungkin Negara yang ini rasanya tidak cocok disebutkan tetapi ada beberapa hal yang harus kita ambil manfaatnya, di Israel mahasiswanya diajari untuk mempunyai rasa nasionalisme, dan pantang menyerah dalam segala hal. Bayangkanlah untuk lulus sebagai sarjana ekonomi di Negara ini mahasiswanya diberikan tanggung jawab untuk mengelola suatu perusahaan dan ia harus menjadikan perusahaan memperoleh laba sebesar $10juta.
Intinya Negara ini perlu riset/penelitian diberbagai hal khusus nya social dan teknologi sebagai salah satu upaya untu meraih impian bangsa selain sikap nasionalisme dan mindset yang benar.
Pada akhirnya apakah Negara ini akan maju atau mundur? Hal itu tergantung pada kita semua jika sikap kita terus begini-begini saja impian itu akan semakin jauh dari kenyataan tetapi jika nasionalisme, budaya malu, sikap anti korupsi(korupsi waktu, korupsi berpikir, korupsi materi dan korupsi-korupsi lainnya) serta sikap pantang menyerah dan menhargai bangsa sendiri mengakar dalam jiwa raga pasti impian Indonesia maju dan superpower menjadi kenyataan.
“Bangsa yang maju adalah Bangsa yang menghargai jerih payah para pejuangnya dan Bangsa yang hancur adalah Bangsa yang mengikis semangat juang bangsanya “.
